Sejarah, Perkembangan dan Cara Memainkan Alat Musik Rebab - Alatmusik.id

Sejarah, Perkembangan dan Cara Memainkan Alat Musik Rebab

Last Updated 2021-01-14T03:58:48+00:00
Sejarah, Perkembangan dan Cara Memainkan Alat Musik Rebab

Alat Musik Rebab – Kamu pastinya tidak asing lagi dengan alat musik bernama Rebab? Tapi tahukah kamu sejarahnya, bagaimana pekembangannya dan cara memainkan rebab? Untuk menjawab pertanyaan ini kami sudah menyiapkan jawabanya sebagai berikut.

Apa Itu Alat Musik Rebab?

Rebab adalah salah satu jenis alat musik gesek yang menjadi warisan budaya yang umum digunakan di etnis melayu. Untuk di Indonesia sendiri rebab umumnya bisa ditemukan di jawa, sumater ataupun Kalimantan.

Bunyi yang dihasilkan oleh rebab asalnya dari senar atau dawai yang bergesekan dengan alat geseknya, sehingga Rebab masuk dalam jenis alat musik kordofon.

Sejarah Alat Musik Rebab

Sejarah Alat Musik Rebab
Sejarah Alat Musik Rebab

Didalam buku Kitab Al Musiqi Al Kabir yang ditulis Al farabi ( 870-950 M), orang Arab menyebut rebab dengan”rabab”.

Rebab mulai terkenal dari pusat kekhalifahan Islam yang ada di Cordoba ke Eropa Barat pada abad ke VIII M. Lalu di Eropa alat musik rebab ini berkembang lagi menjadi Cello dan biola.

Setelah alat musik ini terkenal dan mulai masuk ke Nusantara melalui pedagang Turki dan Asia tengah, kemudian merambah ke Tiongkok, India dan Persia.

Rebab dalam bahasa Afganistan disebut juga dengan Rubab, serta dalam bahasa Persia menyebutnya dengan Rabab yang berarti kumpulan alat musik gesek.

Dan alat musik ini masuk ke India dari Timur Tengah kemudian namanya menjadi Sarod. Ada salah seorang yang terkenal saat itu sebagai pemain Sarod bernama Tansen (1520-1590).

Sebenarnya ada perbedaan sedikit antara sarod dan rebab yaitu, sarod dimainkan dengan cara dipetik dan rebab memainkannya dengan digesek.

Perkembangan Alat Musik Rebab di Tanah Air

Perkembangan Alat Musik Rebab di Tanah Air
Perkembangan Alat Musik Rebab di Tanah Air

Kita sering menemukan alat musik rebab ini dalam kesenian Betawi sebagai instrumen pengiring pertunjukkan wayang kulit dan topeng Betawi.

Pada kesenian Jawa, Rebab merupakan bagian dari gamelan Jawa sebagai penghias gending serta menuntun arah lagu sinden. Rebab juga bisa digunakan untuk membuat irama gamelan, dan penyanyi seperti wirasawara atau sinden menjadi selaras.

Dalam budaya Melayu Riau kedudukan Rebab menjadi tinggi, hal itu terlihat dalam tarian Menghadap Rebab pada teater tradisional Makyong. Di Dalam tarian itu diperlihatkan bahwa pemain yang menari duduk menghadap pemain rebab.

Dalam pembuatan rebab juga masih ada yang tetap mempertahankan adat agar rebab yang dihasilkan bisa berkualitas bagus. Biasanya mereka mengikuti aturan larangan yang berlaku.

Misalnya ketika memotong kayu untuk pembuatan rebab tidak boleh dilakukan pada siang hari atau menjelang maghrib. Dalam pemotongan kayu pun tidak boleh sungsang. Dan kayu yang sudah ditebang tidak boleh dilangkahi.

Biasanya kayu yang menjadi bahan dalam pembuatan rebab yaitu kayu tembusu, nangka, sena dan belimbing.

Rebab memiliki ukuran yang kecil dengan badan yang bulat atau ada juga yang mendekati segitiga. Umum Rebab terdapat 2 atau 3 dawai, memiliki leher yang panjang dan tingginya sekitar 75 centimeter.

Bahan baku utama Rebab sebenarnya terbuat dari Kuningan, namun karena di Indonesia banyak mengalami penyesuaian sehingga bahannya menggunakan bahan yang berasal dari alam.

Sehingga bahan untuk membuat rebab umumnya dari bahan kayu ataupun dari gading gajah. Setelah itu kayu tersebut dikombinasikan dengan bulu ekor kuda, senar perunggu dan beludru.

Perlu kita tahu bahwa Rebab juga terdiri dari dua jenis yaitu Rebab yang memiliki tangkai pada bagian bawah atau dinamakan dengan rebab Tangkai. Dan rebab yang tidak mempunyai tangkai jadi ketika memainkan harus dipangku.

Bagian dari Rebab

Bagian dari Rebab
Bagian dari Rebab

Secara fisik alat musik rebab dikelompokkan menjadi empat bagian yaitu : wathangan, bathokan,sikilan dan senggreng (kosok).

Watangan

Watangan merupakan batangan kayu atau gading gajah yang dijadikan sebagai tempat dawai atau senar disematkan. Gunanya yaitu sebagai pegangan saat kita sedang memainkan rebab.

Watangan terdiri dari :

  • Menur, merupakan hiasan yang ada pada bagian atas
  • Bahu, yang digunakan sebagai tempat untuk mengikat senar pada bagian atas sekaligus menyetem rebab.
  • Popor, fungsinya yaitu untuk menyambung watangan dan bathokan.
  • Papor, fungsinya yaitu untuk menyambungkan sikilan dan bathokan
  • Cakil, fungsinya yaitu sebagai pengait senar bawah
  • Palemahan, fungsinya sebagai tempat untuk dudukan rebab yang ditempatkan di lantai.
  • Bobat, bagian ini bersentuhan langsung saat menggesek senar, bahannya terbuat dari bulu ekor kuda.
  • Benda, fungsinya untuk pegangan dan pengait bawah bobat.
  • Sirah Bajul, Fungsinya untuk pengait bobat bagian atas.
  • Rangkung, bagian ini merupakan busur penghubung benda dan sirah bajul.

Bathokan atau Bokongan

Fungsinya yaitu sebagai kotak resonansi suara senar yang digesek menggunakan bulu ekor kuda. Nama bathokan berasal dari bahan pembuatannya yaitu tempurung kelapa.

Agar bisa menghasilkan suara yang bagus maka pada sisi depan bathokan yang disebut juga dengan Babad, biasanya diberi penutup yang terbuat dari kulit binatang, usus atau kemih dari lembu yang sudah dikeringkan.

Agar tampilan Rebab makin terlihat cantik, maka pada bagian belakang bathokan diberi dengan beludru dengan dihiasi benang warna emas.

Sikilan

Bagian ini bisa dikatkan sebagai kaki dari rebab dan umumnya digunakan sebagai penyangga watangan atau bathokan.

Sikilan terdiri dari :

Senggreng atau kosok

Senggreng merupakan alat untuk menggesek rebab ketika dimainkan.

Senggreng terdiri dari beberapa bagian yaitu :

Cara Memainkan Rebab

Cara Memainkan Rebab
Cara Memainkan Rebab

Sebagian besar mungkin sudah tahu bahwa Rebab termasuk alat musik gesek, karena cara memainkannya dengan digesek menggunakan busur penggesek pada bagian dawainya.

Rebab termasuk dalam jenis alat musik pentatonic karena terdiri dari 5 nada dalam satu oktaf sekaligus. Biasanya jenis nada ini terdapat pada alat musik kuno seperti musik Indian, Amerika, gamelan dan Asia Tenggara.

Itulah ulasan mengenai alat musik rebab yang sudah dijelaskan di atas dari mulai sejarah, perkembangan rebab di Indonesia, bagian-bagian rebab serta cara memainkannya. Semoga artikel ini bisa membantu kamu dalam mendapatkan informasi tentang alat musik rebab.