12 Jenis Alat Musik Sumatera Utara - Alatmusik.id

12 Jenis Alat Musik Sumatera Utara

Last Updated 2021-01-05T01:19:08+00:00
12 Jenis Alat Musik Sumatera Utara

Alat Musik Sumatera Utara - Sumatera adalah salah satu pulau yang terbesar di Indonesia yang memiliki beragam suku dan budaya yang berbeda-beda. Pulau ini terbagi menjadi beberapa provinsi yang memiliki keanekaragaman budaya. Termasuk Sumatera Utara yang juga kaya akan budaya musiknya baik dari pengiring instrumen budaya dan lain-lain.

Pada kali ini kita akan membahas mengenai alat musik Sumatera utara sekaligus cara memainkannya. Yuuk simak penjelasannya.

1. Aramba

Aramba
Aramba

Alat musik tradisional yang pertama berasal dari suku Nias yang ada di Sumatera Utara. Aramba sebenarnya adalah alat musik dari jawa, pada jaman dahulu di bawa ke Nias dan terjadilah barter.

Seiring berjalannya waktu banyak suku Nias yang menggunakan Aramba untuk mengiringi upacara perkawinan.

Alat musik Aramba terbuat dari bahan nikel, kuningan, tembaga, dan suasa. Alat musik Aramba dimainkan dengan pola irama oleh satu orang saja.

Untuk memainkan Aramba caranya adalah dengan dipukul menggunakan pemukul aramba.

2. Doli Doli

Doli Doli
Doli Doli

Jika kita melihat secara sepintas, alat musik Doli Doli yang aslinya berasal dari Nias ini bentuknya mirip dengan Kolintang. Namun Doli Doli berukuran lebih kecil dari kolintang. Disamping itu juga bilah kayu yang terdapat di Doli Doli tidak sebanyak Kolintang.

Cara memainkan alat musik Doli Doli yaitu dengan cara dipukul menggunakan alat pemukul Doli Doli. Alat untuk memukulnya dengan menggunakan alat pemukul yang terbuat dari kayu. Alat pemukul tersebut berjumlah dua batang.

3. Garantung

Garantung
Garantung

Garantung dibaca juga dengan Garantung yaitu alat musik yang berasal dari Batak Toba, sumatera Utara. Bahan untuk membuat alat musik ini adalah kayu, dan ketika dimainkan alat musik ini menghasilkan 5 bilah nada lagu.

Dan yang unik dari alat musik ini ketika dimainkan 5 bulan nadanya dipukul secara bersamaan. Dimainkan dengan menggunakan dua buah stik dan diposisikan pada kedua buah tangan. Tangan kirinya digunakan sebagai pembawa ritme dan pembawa melodi.

4. Druri Dana

Druri Dana
Druri Dana

Alat musik yang satu ini terbuat dari bambu yang dibentuk menyerupai garpu tala. Alat musik Druri Dana termasuk kedalam salah satu instrumen harmonis.

Druri Dana cara memainkannya seperti memainkan angklung atau garpu tala yaitu dimainkan dengan cara dipukul atau digoyang-goyangkan.

5. Gordang

Gordang
Gordang

Untuk menghasilkan suara alat musik ini dimainkan dengan cara dipukul. Alat musik ini adalah alat musik tradisional yang asalnya dari Batak Toba.

Secara bentuk mirip dengan gendang, tetapi ukurannya lebih besar dan secara fungsi adalah untuk pembawa ritme secara konstan dan siteme secara variable.

Dan instrumen tersebut sering disebut juga sebagai bass dari ensambel gondang sabagunan.

6. Gonrang

Gonrang
Gonrang

Gonrang terbuat dari bahan kayu pilihan yang bagian tengahnya dihilangkan. Untuk bagian sisi kayu dihamparkan kulit hewan lembu yang sudah dikeringkan.Dalam bahasa Indonesia Gonrang juga bisa berarti gendang.

7. Faritia

Faritia
Faritia

Alat musik yang satu ini mirip sekali dengan Gong. Perbedaannya hanya terletak pada ukurannya saja. Faritia memiliki diameter sekitar 20-30 cm dan memiliki ketebalan sampai dengan 4 cm. Bentuk bagian tengahnya menonjol atau membutir.

Alat musik ini masuk ke dalam jenis idiophone. Faritia dimainkan dengan cara dipukul menggunakan kayu simalambuo serta menghasilkan suara yang khas.

8. Ole Ole

Ole Ole
Ole Ole

Sebagian orang mengatakan bahwa alat musik ini tidak termasuk ke dalam alat musik pertunjukkan. Karena Ole Ole jarang dimainkan pada pertunjukkan musik seperti Ogung, sarune dan Taganing.

Untuk membuat alat musik ini dibutuhkan batang tanaman padi pilihan yang umumnya digunakan adalah pada bagian ruas batang pada yang telah dipecah.

Untuk menghasilkan suara yang indah, ole ole memainkannya adalah dengan ditiup dengan teknik khusus. Agar Ole Ole terdengar lebih keras maka biasanya akan ditambahkan lilitan yang berasal dari daun kelapa yang masih muda.

9. Hapetan/Hasabi

Hapetan Hasabi
Hapetan Hasabi

Bentuk Hapetan ini menyerupai dengan bentuk Kecapi. Sehingga di Sumatera Utara alat musik Hapetan ini sering juga disebut dengan kecapi. Maka jangan heran jika Hapetan ini disebut dengan Kecapi Batak.

Hapetan dimainkan dengan cara dipetik. Alat musik ini termasuk jenis alat musik dawai atau senar. Selain di sumatera utara, hapetan ini sering juga dijumpai di daerah lain seperti Kalimantan Selatan, Sulawesi selatan, Sumbawa, dan Tapanuli.

10. Panggora

Panggora
Panggora

Panggora hampir mirip dengan Faritia yang berukuran kecil. Panggora sendiri merupakan alat musik gong yang memiliki ukuran sangat besar. Diameternya sendiri hingga berukuran 36 cm dengan ketebalan 6 cm.

Panggora terbuat dari bahan perunggu, besi, atau kuningan. Oleh sebab itu suara yang dihasilkan panggora terdengar nyaring dan keras.

Panggora dimainkan dengan cara dipukul. Alat untuk memukulnya menggunakan stik serta dimainkan hanya untuk event-event tertentu saja.

11. Gendang Sisibah/Pakpak

Gendang Sisibah
Gendang Sisibah

Gendang Sisibah terdiri berjumlah sembilan buah. Untuk memainkan alat musik ini maka dibutuhkan 8 atau 9 orang. Para pemainnya sering dinamakan sebagai pande yang artinya orang yang bijaksana dan pintar.

Alat musik ini juga telah diakui sebagai warisan budaya Indonesia di tahun 2016 yang lalu. Untuk memainkan Gendang sisibah caranya adalah dengan dipukul.

12. Gendang Singanaki

Gendang Singanaki
Gendang Singanaki

Alat musik yang satu ini terbuat dari kombinasi bahan kulit binatang dan kayu. Gendang yang berciri khas batak Karo ini memiliki dua bagian gendang yaitu Penganaki dan Garantung atau Enek Enek yang merupakan anak gendang.

Untuk memainkan alat musik Gendang Singanakai caranya adalah dengan dipukul menggunakan pemukul khusus gendang. Ketika dimainkan suara yang dihasilkan digunakan untuk membuat ritme dalam sebuah musik dan umumnya dimainkan bersama alat musik Sarune.

Alat musik Gendang Singanaki dimainkan dalam upacara adat yang berhubungan dengan religi ataupun pada pesta muda mudi.

Demikian ulasan mengenai jenis-jenis alat musik Sumatera Utara sekaligus cara untuk memainkannya. Diharapkan kita selalu menjaga warisan budaya yang merupakan kekayaan bangsa.