9 Jenis Alat Musik Sumatera Selatan - Alatmusik.id

9 Jenis Alat Musik Sumatera Selatan

Last Updated 2021-01-05T15:47:42+00:00
9 Jenis Alat Musik Sumatera Selatan

Alat Musik Sumatera Selatan - Sumatera Selatan yang beribukota di Palembang memiliki kekayaan alam serta kebudayaan lokal yang banyak. Beberapa sumber daya alam yang melimpah dalam dunia pertambangan.

Pada kesempatan ini kami akan bagikan informasi kesenian lokal yang ada di Sumatera Selatan namun hanya terfokus pada alat musiknya saja. Berikut beberapa alat musik yang ada di Sumatera Selatan :

1. Burdah/Oku

Burdah Oku
Burdah Oku

Alat musik Burdah/Oku bentuknya mirip dengan gendang, ukurannya juga lebih besar dibandingan dengan gendang biasa.

Burdah/Oku terbuat dari kulit hewan dan kayu nangka untuk tubuhnya dan bisa kita bayangkan bentuk serta ukurannya yang lebih besar dibandingkan dengan gendang biasa.

Oku berasal dari kata Ogan Komering Ulu oleh masyarakat sumatera selatan. Oleh sebab itu masyarakat banyak yang menyebutnya dengan alat musik OKU.

Burdah umum digunakan pada acara adat lokal sebagai alat musik ritmis, yaitu nada yang dikeluarkan sebagai pengiring musik utama serta pengatur tempo.

Apalagi jika daerah tersebut sedang mengadakan acara pernikahan dengan memakai adat daerah, maka kita sering menjumpai alat musik Oku disitu. Selain itu Oku juga bisa dipakai untuk mengiringi pergerakkan pencak silat.

2. Tenun

Tenun
Tenun

Alat musik Sumatera Selatan yang satu ini terbuat dari bahan kayu yang mempunyai bentuk persegi panjang. Pada bagian tengahnya memiliki bentuk layaknya ornamen segitiga yang apabila kita pukul akan mengeluarkan bunyi tertentu, bukan irama.

Tenun sering digunakan pada acara-acara hiburan. Dinamakan dengan tenun karena pada zaman dahulu banyak dipakai oleh masyarakat ketika sedang bekerja menenun kain (para wanita). Pada saat mereka bosan dan ingin menghibur diri maka mereka memainkan Tenun.

Cara memainkan alat musik tenun adalah dengan cara dipukul menggunakan kayu untuk mengeluarkan nada atau suara.

3. Kenong Basemah

Kenong Basemah
Kenong Basemah

Kenong merupakan alat musik yang disusun oleh ansambel gamelan Jawa. Cara memainkan Kenong dengan cara dipukulpada bagain yang menonjol menggunkan alat pemukul.Kita sering menjumpai Kenong Basemah ini di Kota Pagar Alam, sumatera Selatan.

Alat musik Kenong Basemah digunakan untuk penegas nada tertentu, misalnya menekankan pada saat lirik lagu memiliki makna yang dalam.

Untuk bentuk alat pukulnya berwujud bentuk kayu yang pada bagaian ujungnya dililitkan kain. Tujuannya agar saat kenong dipukul akan menghasilkan suara tanpa merusak fisiknya.

Pada umumnya 1 set memiliki variasi berjumlah 8 sampai dengan 10 buah Kenong Basemah. Terbuat dari bahan tembaga dan digunakan oleh suku Basemah. Oleh sebab itu banyak yang menyebutnya dengan alat musik khas daerah Basemah.

4. Terbangan

Alat Musik Terbangan
Alat Musik Terbangan

Alat musik Terbangan dipakai dengan cara dipukul. Terbangan merupakan jenis reban yang ada di daerah Sumatera Selatan. Terbangan terdiri dari 4 jenis rebana yaitu Hadrah serta 1 buah bedug kecil yang dinamakan dengan jedur. Alat musik ini juga bisa dimainkan berbarengan dengan alat musik biola dan serunai.

5. Genggong

Genggong
Genggong

Alat musik Genggong berasal dari Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan. Suara yang dihasilkan oleh Genggong mirip dengan harmonika walaupun jika kita lihat dari bentuknya agak meragukan.Bahan untuk membuat Genggong berasal dari bambu kayu atau logam tergantung dari pembuatnya.

Dulunya Genggong banyak dipakai oleh para petani yang sedang istirahat ketika sedang melakukan beraktivitas di sawah. Sehingga untuk mengurangi bosan dan kejenuhan mereka membawa Genggong untuk menghibur diri.

Alat musik Genggong ini dipakai oleh masyarakat Basemah saat sedang menghibur diri dari rasa jenuh dan sepi.

Untuk cara memainkan Genggong agar bisa menghasilkan suara yaitu dengan memakai mulutnya untuk mengubah nada yang berada pada Genggong agar bisa menghasilkan melodi yang indah.

Jadi suara yang indah atau tidaknya tergantung dari pemainnya, sehingga banyak yang menganggap disitulah letak keseruan bermain Genggong.

Tapi yang harus kita perhatikan saat memainkan alat musik ini yaitu bagi yang baru memainkan sebaiknya bawalah tisu atau lap karena ditakutkan akan ada air liur yang keluar ketika sedang meniupnya. Berbeda dengan yang sudah biasa memainkan Genggong.

6. Kulintang ( Kolintang )

Kulintang ( Kolintang )
Kulintang ( Kolintang )

Alat musik Kulintang terdiri dari susunan logam berukuran kecil. Untuk memainkan kulintang caranya adalah dengan dipukul menggunakan alat pemukul khusus kulintang.

Kulintang dimainkan pada waktu upacara adat atau pertunjukkan seni tradisional pada masyarakat suku Komering. Kulintang juga memiliki nama lain di berbagai tempat di Indonesia. Di Riau kita menyebutnya dengan Talempong atau Calempong.

7. Biola

Biola
Biola

Secara umum alat musik ini sudah banyak yang tahu. Bentuk alat musik tradisional Biola dari Sumatera Selatan ini mirip biola dari Eropa.

Bahan untuk membuat biola berasal dari kayu serta senar dan untuk memainkan biola ini adalah dengan cara menggesekan senarnya. Biola menghasilkan instrumen musik ang terdiri dari 4 dawai dan busur. Alat musik ini sering dimainkan sebagai pengiring lagu saat upacara adat melayu.

8. Terompet

Terompet
Terompet

Alat musik ini merupakan alat musik klasik yang banyak dipakai untuk tujuan dan manfaat yang berbeda. Jika digunakan alat musik ini dipakai sebagai pengiring acara-acara tertentu di Sumatera Selatan.

Terompet dimainkan dengan cara ditiup serta dimainkan secara bersamaan dengan alat musik lainnya. Terompet dibuat dari bahan dasar stainles.

9. Marawis

Alat Musik Marawis
Alat Musik Marawis

Alat musik ini sudah dikenal sejak penyebaran islam di kawasan sumatera selatan. Cara memainkan alat musik ini dimainkan sebagai pengiring lagu yang memiliki nuansa keagamaan atau religi. Alat musik marawis ini terbuat dari bahan kayu serta kulit binatang yang disertai dengan tali.

Demikian beberapa alat musik Sumatera Selatan yang harus selalu kita jaga dan lestarikan bersama.