6 Jenis Alat Musik Sumatera Barat - Alatmusik.id

6 Jenis Alat Musik Sumatera Barat

Last Updated 2021-01-04T23:31:54+00:00
6 Jenis Alat Musik Sumatera Barat

Alat musik sumatera barat pada umumnya sering digunakan untuk instrumen pada lagu daerah sumbar yang memiliki sifat melankolis.

Hal tersebut ada hubungannya dengan masyarakat yang memiliki rasa persaudaraan serta cinta terhadap kampung halamannya. Berikut ini ada beberapa alat musik yang berasal dari Sumatera Barat ;

1. Bansi

Bansi
Bansi

Bansi merupakan alat musik tradisional yang dimainkan dengan cara ditiup. Bentuknya tabung silinder mirip dengan suling.

Bansi Sumatera Barat dengan Bansi Aceh memiliki perbedaan pada ukuran. Untuk bansi sumatera barat memiliki ukuran lebih kecil.

Bansi bahan pembuatannya menggunakan bambu sariak atau bambu talang dengan ukuran 2,5 cm sampai 3 cm yang merupakan jenis bambu berukuran kecil.

Selain itu Bansi juga mempunyai 7 lubang yang memiliki fungsinya sendiri-sendiri. 6 buah lubangnya berfungsi sebagai pengatur nada serta 1 buah lubang udara tempat untuk meniup alat musik ini.

Bansi mempunyai nada diatonik atau nada standar. Alat musik ini bisa dimainkan untuk lagu-lagu tradisional beserta bisa juga dikombinasikan dengan lagu-lagu modern.

2. Saluang

Saluang
Saluang

Alat musik saluang berasal dari tanah Minang, Sumatera Barat. Bentuk saluang menyerupai alat musik tiup suling. Dengan memiliki 4 lubang sebagai pengatur nada, alat musik Saluang menghasilkan nada diatonis.

Bahan untuk membuat saluang yaitu dari bambu tipis yang dinamakan dengan talang. Masyarakat Minangkabau sendiri mempercayai bahwa talang yang sangat baik untuk dijadikan saluang adalah talang yang ditemukan hanyut di sungai.

Untuk memainkan saluang cukup sulit. Kita perlu latihan untuk bisa memainkannya. Hal ini dikarenakan untuk memainkan saluang secara bersama-sama harus meniup serta menarik nafas yang disebut dengan teknik manyisiahkan angok.

Alat musik saluang banyak digunakan untuk mengiringi ritual -ritual adat. Dan ritual yang paling memiliki kesan magis sekaligus mengerikan yaitu yang berasal dari daerah Payakumbuh. Ritual tersebut digunakan untuk pengantar sihir.

Ritual yang terkenal magis tersebut dilakukan oleh seorang pawang yang dinamakan dengan sirompak. Memainkan gasing dan mendendangkan mantra adalah tugas dari pawang. Gasing yang digunakan disebut juga dengan gasing tangkurak yang dibuat dari tengkorak manusia.

Selain digunakan saat acara ritualan, alat musik Saluang juga digunakan pada saat acara adat setempat. Misalnya pesta perkawinan, batagak rumah, batagak penghulu dan lain-lain.

Waktu untuk melakukan acara-acara tersebut bisa dimainkan setelah shalat isya sampai subuh yang isinya untuk mengenang kehidupan masa lalu, sekarang dan masa depan atau mengenang kampung halaman.

3. Pupuik Tanduak

Pupuik Tanduak
Pupuik Tanduak

Arti dari nama alat musik ini berasal dari 2 kata, Pupuik yang memiliki arti peluit dan kata tanduak memiliki arti tanduk. Jadi alat musik ini merupakan peluit yang terbuat dari tanduk kerbau.

Pupuik tanduak tidak digunakan untuk pengiring nyanyian tradisional atau tari tradisional karena hanya memiliki nada tunggal. Jadi alat musik tersebut digunakan untuk penanda shalat maghrib, isya, serta subuh atau sebagai penanda pengumuman dari pemuka kampung.

4. Pupuik Batang Padi

Pupuik Batang Padi
Pupuik Batang Padi

Pupuik batang padi merupakan sebuah peluit yng terbuat dari batang padi. Di ujung ruas batang padi tersebut dibuat mirip dengan lidah dan bila ditiup akan menghasilkan celah yng dapat berbunyi.

Sedangkan pada ujungnya dililit dengan menggunakan daun kelapa yang menyerupai terompet untuk pengeras suara.

Alat musik tersebut menghasilkan bunyi yang khas dan melengking yang dapat diatur dengan menggunakan jari pada lilitan daun kelapa. Apabila Pupuik batang padi ini semakin ditekan maka suaranya akan semakin melengking.

5. Sarunai

Sarunai
Sarunai

Sarunai disebut juga dengan puput serunai yang merupakan alat musik tradisional di Sumatera Barat. Cara memainkan alat musik ini yaitu dengan ditiup. Asal muasal nama Sarunai kemungkinan berasal dari kata Shehnai. Karena di dataran india utara ada alat musik dengan nama Shehnai.

Dan saat ini alat musik serunai cukup populer di masyarakat Minagkabau serta banyak ditemukan di kabupaten agam, Tanah datar, dan Lima puluh kota.

Adapun bahan dasar untuk pembuatan sarunai yaitu :

  • Batang padi
  • Kayu
  • Bambu
  • Tanduk Kerbau
  • Daun kelapa

Berikutnya yaitu pada bagian penata bunyi serunai dibuat dengan menggunakan kayu berjenis capo ringkik atau bambu talang. Bambu ini memiliki ukuran kecil sebesar ibu jari tangan.

Bagian tersebut memiliki ukuran panjang sekitar 20 cm dengan diberi 4 buah lubang dan diberi selisih 2,5 cm yang digunakan sebagai pengatur nadanya.

Kemudian pada bagian ujung serunai dibuat corong yang berfungsi untuk pengeras suara dengan panjang sekitar 10-12 cm dan diameter 6 cm layaknya sebuah terompet. Bagian tersebut bisa dibuat dari bahan kayu atau tanduk kerbau yang bentuknya lancip.

Alat musik serunai memiliki nada pentatonis do-re-mi-fa-sol dan banyak dimainkan pada upacra adat seprti perkawinan, batagak penghulu, sat pnen padi sampai pertunjukkan pencak silat Khas Minang.

Serunai juga bisa dimainkan secara solo tunggal dan bisa juga dikombinasikan dengan alat musik lain misalnya dengan talempong, gendang atau yang lainnya yang bisa menghasilkan irama tradisional khas Minang.

6. Aguang

Aguang
Aguang

Dalam bahasa Minang, aguang berarti gong. Jadi Aguang merupakan alat musik gong yang berasal dari suku Minangkabau.

Bentuknya sama seperti gong pada umumnya, bundar dan memiliki tonjolan pada bagian tengahnya. Pembuatan aguang ini dibuat dengan menggunakan bahan logam eperti kuningan. Cara memainkannya yaitu dnegna dipukul menggunakan alat pemukul khusus.

Pada umumnya alat musik yang berasal dari Sumatera barat ini sebagian besar alat musik yang berasal dari suku Minangkabau. Karena suku ini merupakan suku yang paling dominan di sumatera barat.

Demikian informasi tentang alat musik sumatera barat yang bisa dijadikan sebagai sumber informasi tentang kebudayaan dan tradisi dari Indonesia yang harus kita jaga dan lestarikan.