8 Jenis Alat Musik Sulawesi Tengah - Alatmusik.id

8 Jenis Alat Musik Sulawesi Tengah

Last Updated 2021-01-10T06:52:06+00:00
8 Jenis Alat Musik Sulawesi Tengah

Alat Musik Sulawesi Tengah - Sulawesi Tengah atau banyak yang menyebutnya dengan Sulteng memiliki seni dan budaya yang terkenal. Kebudayaan tersebut diwariskan dari generasi ke generasi. Tradisi tersebut juga dijaga dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Terutama kesenian alat musiknya.

Macam-Macam Alat Musik Sulawesi Tengah

Alat musik sulteng selain digunakan sebagai hiburan juga dipakai untuk dipertunjukkan pada waktu upacara kematian. Berikut ulasan tentang alat musik Sulawesi Tengah dengan lebih.

1. Santu

Santu adalah alat musik sulawesi tengah
Santu adalah alat musik sulawesi tengah

Alat Musik Sulawesi tengah santu ini bahan untuk membuatnya terbuat dari bahan bambu. Karena masih termasuk dalam jenis sitar tabung, alat musik ini dimasukan kedalam jenis ideo kordofon.

Bagian tegah bambu dilubangi yang berguna untuk resonatornya sehingga apabila dipetik maka bunyi yang dihasilkan akan sedikit kencang.

Santu dimainkan oleh masyarakat di sulawesi tengah pada saat senggang di sawah. Ketika memainkan santu pemain sambil melihat awan sedangkan anak-anak muda sambil bermain perang-perangan. Santu juga digunakan sebagai alat komunikasi diantara mereka.

2. Ganda/Kanda

Ganda atau Kanda adalah alat musik sulawesi tengah
Ganda atau Kanda adalah alat musik sulawesi tengah

Untuk memainkan Ganda atau Kanda ini caranya dengan dipukul. Ganda ini bisa dikatakan masih satu jenis dengan Gendang. Tetapi jika dibandingkan dengan gendang jawa, Ganda ukurannya lebih kecil dan ramping.

Sedangkan untuk bunyi yang dihasilkan juga hampir sama dengan gendang yang berukuran kecil dari provinsi lain. Alat musik ini juga sering dimainkan oleh pemuda maupun anak-anak.

3. Tatali

Tatali adalah alat musik sulawesi tengah
Tatali adalah alat musik sulawesi tengah

Cara memainkan Tatali adalah dengan ditiup seperti seruling. Alat musik tersebut juga merupakan jenis musik tradisional yang berasal dari suku To Wana.

Tatali umumnya dibuat dengan diameter 2 cm dan memiliki panjang sampai 50 cm. Untuk orang yang belum pernah memainkan alat musik ini pastinya akan merasa susah untuk dimainkan.

Tatali memiliki 3 lubang yang digunakan untuk meletakan jari sebagai resolusi udara yang akan menghasilkan nada berbeda. Karena memiliki 3 lubang, tentunya hanya terdapat 3 pilihan nada. Pemain juga berpengaruh terhadap nada yang dihasilkan.

Sehingga dalam memainkan alat musik ini teknik meniup yang benar juga sangat berpengaruh. Jika pemain menguasai teknik meniupnya maka suara yang dihasilkan akan enak terdengar.

4. Tutuba

Tutuba adalah alat musik sulawesi tengah
Tutuba adalah alat musik sulawesi tengah

Alat musik ini dimainkan dengan cara dipetik di bagian dawainya. Tutuba yang terbuat dari bambu ini merupaan alat musik suku To wana. Suku To wana sendiri merupakan penduduk asli pada daerah wanbulang yang ada di sulawesi tengah.

5. Geso Geso

Geso Geso adalah alat musik sulawesi tengah
Geso Geso adalah alat musik sulawesi tengah

Geso Geso termasuk salah satu alat musik khas yag berasal dari Sulawesi Tengah. Pa’ Geso Geso adalah nama asli dari alat musik Sulawesi tengah ini. Akan tetapi banyak orang yang menyebutnya hanya dengan Geso Geso saja. Di daerah Salupati alat musik ini banyak dikenal dan dimainkan.

Geso Geso dibuat dengan menggunakan kayu khusus yang kuat dan keras. Selain itu juga ditambah dengan menggunakan tempurung yang dilapisi kulit binatang. Fungsinya adalah sebagai pengeras bunyi.

Alat musik ini dimainkan dengan cara digesek. Alat yang digunakan untuk menggesek dibuat dengan serat kayu atau bisa juga dengan menggunakan ijuk. Karena hanya memiliki satu dawai, alat musik ini berbeda dengan biola.

6. Popondo/Talindo

Popondo atau Talindo adalah alat musik sulawesi tengah
Popondo atau Talindo adalah alat musik sulawesi tengah

Popondo atau yang lebih dikenal dengan nama Talindo merupakan alat musik ynag berasal dari Sulawesi Tengah.Popondo adalah suatu jenis alat musik dengan sitar berdawai satu.

Popondo dibuat dengan menggunakan tiga bahan yaitu kayu, tempurung kelapa, serta senar. Bentuk Popondo sendiri mirip seperti busur atau seperti tanduk kerbau yang bertumpu pada tempurung kelapa.

Bagian ujung dari tanduk tersebut dipasang dengan menggunakan satu senar sebagai petikan. Dan yang berfungsi sebagai resonator yaitu bagian tempurung kelapanya.

Popondo sering dimainkan secara tunggal oleh para petani. Tepatnya pada saat mereka merayakan panennya. Selain itu remaja juga banyak yang menggunakan popondo untuk menghibur diri diwaktu senggang.

7. Yori

Yori adalah alat musik sulawesi tengah
Yori adalah alat musik sulawesi tengah

Bahan pembuat Yori terbuat dari Pelepah Enau dan bagian talinya dibuat dari kulit kayu. Saat membuat Yori biasanya akan memakan waktu lama. Kita juga harus menentukan bahan yang cocok, saat pelepah dikeluarkan pada bagian gadingnya usahakan jangan sampai rusak.

Yori dimainkan dengan cara ditiup mirip dengan meniup harmonika. Yori berfungsi untuk menghibur diri sendiri karena suara yng dihasilkan dari Yori tidk terlalu keras. Hanya sebatas 3 sampai 6 meter saja.

8. Pare’e

Pare’e adalah alat musik sulawesi tengah
Pare’e adalah alat musik sulawesi tengah

Alat musik ini dibuat dengan menggunakan bambu yng dibelah. Pada salah satu bagian ujungnya bentuknya runcing hampir mirip dengan paruh burung. Cara memainkan pare’e yaitu dengan dipukul.

Pada saat menggunakannya tangan kiri digunakan untuk memukul dan tangan kanan memasukkan jari pada lubang agar bisa menghasilkan nada diinginkan.

Alat musik Pare’e juga sering digunakan pada saat merayakan hasil panennya. Para remaja juga tak kalah untuk ikut memainnkannya, namun biasanya hanya untuk kebutuhan pribadi saja.

Masyarakat sulawesi tengah banyak yng memiliki keyakinan bahwa alat musik ini memiliki kekutan magis.

Semua alat musik diatas tergolong sebagai alat musik jaman dulu yang memiliki berbagai macam fungsi. Misalnya sebagai sarana hiburan, sebagai pengiring acara, dan lain-lain

Untuk hiburan maka bisa dimainkan ketika sedang melakukan upacara pernikahan, khitanan, syukuran dan sebagainya.

Akan tetapi saat ini dengan makin majunya perkembangan jaman, keberadaan alat musik khas daerah tersebut juga mulai terancam dengan hadirnya alat musik yang lebih modern.

Jadi sangatlah disayangkan jika alat musik yang memiliki nilai sejarah menjadi punah akibat masyarakat banyak yang memilih alat musik modern yang canggih.

Demikian penjelasan mengenai alat musik sulawesi Tengah. Semoga ulasan diatas bisa bermanfaat untuk menambah pengetahuan dibidang kesenian.