8 Macam Alat Musik Sulawesi Barat - Alatmusik.id

8 Macam Alat Musik Sulawesi Barat

Last Updated 2021-01-09T16:42:12+00:00
8 Macam Alat Musik Sulawesi Barat

Alat Musik Sulawesi Barat - Sulawesi barat atau yang sering disingkat dengan Sulbar Terletak di bagian barat Sulawesi. Seperti halnya pada daerah lain, Sulawesi Barat juga memiliki kebudayaan dan juga kesenian tradisional tersendiri. Bentuk kesenian yang dimiliki Sulbar diantaranya alat musik tradisional.

Macam-Macam Alat Musik Sulawesi Barat

Beberapa alat musik tradisional Sulbar bahkan ada yang masih dipakai hingga saat ini. Yuuk simak bersama ulasannya.

1. Sattung

Sattung alat Musik Sulawesi Barat
Sattung alat Musik Sulawesi Barat

Sattung diidentikkan dengan katak yang mengeluarkan bunyi setelah hujan tiba pada malam hari atau ada di tempat rawa-rawa. Kata sattung sendiri berasal dari kata Kalipatung.

Bahan untuk membuat alat musik ini diambil dari ruas bambu yang dipilih, makin panjang ruasnya maka semakin bagus pula kualitas yang dimilikinya.

Dari awal proses sampai dengan penamaan alat musik ini dipikirkan oleh Tumokaka Tinnunungan. Lalu Tinnunungan dijadikan sebagai nama wilayah dengan jarak 1 km dari dusun Limboro, Desa Ongko dengan kec. Lampulagian dan memasuki kerajaan Balanipa.

2. Pompang

Pompang adalah alat musik sulawesi barat
Pompang adalah alat musik sulawesi barat

Pompang yang berasal dari Sulbar ini dimainkan dengan cara ditiup. Pompang terbuat dari potongan bambu kecil dan besar.

Dengan potongan yang besar dan tinggi maka akan menghasilkan nada yang rendah, berlaku pula untuk sebaliknya. Potongan bambu yang kecil akan membuat nada yang tinggi. Bahkan bisa mencapai dua setengah tangga nada.

Jaman dulu alat musik Pompang banyak dipakai oleh para penggembala kerbau yang ada di Mamasa, Sulbar. Lalu dari sinilah alat musik ini mulai banyak diminati oleh masyarakat.

Pompang juga sering dimainkan sebagai hiburan alternatif pada upacara adat rambu tuka ataupun dimainkan pada saat pesta syukuran.

3. Kecapi Mandar

Kecapi Mandar adalah alat musik sulawesi barat
Kecapi Mandar adalah alat musik sulawesi barat

Kecapi mandar ini terkenal juga dengan sebutan Kecaping Tobanine. Alat musik Kecapi Manda sesuai namanya asalnya dari Polewali Mandar. Kecapi mandar berbentuk menyerupai miniatur perahu dengan dua dawainya.

Namun sayang saat ini sudah jarang peminatnya terhadap alat musik ini sehingga jarang dimainkan. Kebanyakan peminatnya hanya dari golongan lanjut usia saja.

Pada awalnya alat musik ini bisa dimainkan kapan saja tanpa adanya acara adat. Namun saat ini kecapi mandar dijadikan sebagai salah satu alat musik pengiring ketika ada upacara adat atau acara penting lain.

Lagu yng dipakai saat memainkan kecapi mandar yaitu syair yang terbagi kedalam 3 kategori yaitu Tolo, Tere serta Masala.

Alat musik ini juga terkenal memiliki keunikan pada cara memainkannya. Karena cara memainkannya mendekatkan kecapi ke dada dan memainkannya menggunakan kaki kiri. Selain itu bentuknya juga berbeda, yang dimainkan perempuan bentuknya lebih lengkung.

4. Calung atau Colong

Calung atau Colong Adalah Alat Musik Sulawesi Barat
Calung atau Colong Adalah Alat Musik Sulawesi Barat

Calung termasuk salah satu alat musik Sulbar yang masuk dalam jenis perkusi. Calung dibuat dengan menggunakan bambu yang memiliki kualitas terbaik.

Kemudian bilah bilah yang ada akan dirakit di atas kelapa yang sudah dibelah dan berbentuk seperti mangkok. Kelapa tersebut berguna sebagai tempat asal keluarnya suara, serat bilah bambu sebagai nadanya.

Calong dengan 4 nada biasanya terdapat pada Caling model klasik. Namun calong yang sudah melewati modifikasi memiliki semua nada.

Memainkan alat musik ini bisa dengan secara individu atau ramai-ramai. Awalnya calong dimainkan oleh petani mandar untuk dijadikan hiburan. Terutama ada saat menunggu hasil panen disawah.

5. Gongga Lima

Gongga Lima adalah alat musik sulawesi barat
Gongga Lima adalah alat musik sulawesi barat

Gongga lima yang berasal dari Sulbar ini masuk ke dalam jenis idiofon. Pada wilayah Balanipa Gongga lima mirip dengan parapassa yang berasal dari Gowa. Perbedaannya hanya terletak pada cara pembuatannya dan memainkannya.

Gongga lima dimainkan dengan cara dibenturkan pada benda lain supaya bisa menghasilkan bunyi. Gongga lima juga berasal dari dua suku kata. Gongga merupakan alat itu sendiri. Sedangkan lima artinya tangan dalam bahasa mandar.

6. Pakkeke (keke)

Pakkeke (keke) adalah alat musik sulawesi barat
Pakkeke (keke) adalah alat musik sulawesi barat

Pakkeke sering dimainkan di sawah atau ladang yang dimilikinya untuk mengisi waktu luang yang sedang menunggu sawah mereka.

Dan setelah zaman banyak berubah, alat musik Pakkeke sering dimainkan sebagai pertunjukkan seni yang juga dimainkan bersama alat musik lain.Selain itu alat musik ini juga digunakan untuk mengiringi tarian tradisional Sulbar.

Alat musik ini terlihat unik dengan memiliki suara yang khas. Pakkeke dibuat dari bahan bambu yang kecil dan pada ujungnya dililitkan daun kelapa kering yang berfungsi menghasilkan suara.

7. Rebana atau Rawana

Rebana atau Rawana
Rebana atau Rawana

Alat musik ini masuk dalam jenis alat musik membranofon. Membranofon merupakan alat musik yang memanfaatkan kulit sebagai penghasil sumber bunyinya.

Alat musik rebana ini juga memiliki nama dalam bahasa Arab yang dikenal dengan Lafud. Jadi adanya alat musik ini merupakan gabungan budaya arab dan budaya mandar.

Alat musik ini juga tidak hanya ada di Sulbar saja namun meluas pada daerah lain yang digunakan sebagai pengiring dalam pertunjukkan musik.

8. Popondo

Popondo adalah alat musik sulawesi barat
Popondo adalah alat musik sulawesi barat

Alat musik Sulawesi barat ini juga dikenal dengan nama Poponili ataupun Talindo. Untuk bahan membuatnya dari senar, tempurung kelapa, dan kayu. Tempurung kelapa pada alat musik ini digunakan sebagai resonator.

Popondo juga sejenis dengan siter berdawai satu. Cara memainkannya yaitu bisa dilakukan secara individu untuk mengisi waktu luang atau juga saat petani sedang melakukan panen.Bentuknya mirip dengan busur atau tanduk kerbau yang memiliki tumpuan pada tempurung kelapanya.

Untuk bagian ujung atas tanduk dipasang dengan menggunakan senar. Alat musik popondo dimainkan dengan cara dipetik. Bunyi yang dihasilkannya juga bisa membuat damai dan tenang bagi yang mendengarkan.

Itulah beberapa alat musik Sulawesi barat yang perlu kamu tahu serta dilestarikan keberadaanya agar generasi penerus bisa menikmati kekayaan alat musik tradisional. Semoga bermanfaat.