5 Jenis Alat Musik Kalimantan Tengah - Alatmusik.id

5 Jenis Alat Musik Kalimantan Tengah

Last Updated 2021-01-28T05:13:32+00:00
5 Jenis Alat Musik Kalimantan Tengah

Alat Musik Kalimantan Tengah - Kalimantan tengah merupakan sebuah provinsi yang berada di pulau Kalimantan, tepatnya berada di tengah-tengah pulau dan diapit oleh beberapa provinsi tetangganya seperti Kalimantan timur, Kalimantan utara, Kalimantan selatan dan Kalimantan barat.

Ibukota Kalimantan tengah adalah kota palangka raya yang mana merupakan salah satu kota yang cukup asri di Indonesia. Bahkan karena kotanya yang begitu asri palangkaraya akan dijadikan ibukota baru di Indonesia meskipun masih sebatas wacana yang sampai sekarang belum terealisasi.

Orang-orang yang mendiami Kalimantan tengah merupakan suku asli Kalimantan yakni suku dayak, Oleh karena itu kebudayaan yang melekat di provinsi Kalimantan tengah ini sangat terasa karena mayoritas penduduknya adalah suku dayak.

Hampir 40 persen penduduk dari Kalimantan tengah ini adalah suku dayak dan sisanya merupakan suku lain di Kalimantan seperti suku banjar dan beberapa suku pendatang dari luar pulau seperti suku jawa contohnya.

Bahasa yang digunakan di kalimantan tengah ini adalah bahasa dayak dan bahasa Indonesia, Namun saat ini karena masifnya perantau dari suku banjar maka banyak juga yang berkomunikasi dengan menggunakan bahasa banjar sebagai bahasa mereka sehari-hari terutama antar sesama perantau atau pendatang dari suku banjar.

Kebudayaan di Kalimantan tengah ini juga termasuk beragam dan hampir sama dengan kebudayaan lainnya di daerah Kalimantan. Setiap upacara adat maupun upacara-upacara daerah pasti menggunakan alat musik sebagai pengiringnya.

Macam-Macam Alat Musik Kalimantan Tengah

Untuk itu berikut kami berikan beberapa contoh alat musik Kalimantan tengah yang perlu kamu ketahui.

1. Gandang Tatau

Alat Musik Kalimantan Tengah Gandang Tatau
Alat Musik Kalimantan Tengah Gandang Tatau

Alat musik yang satu ini merupakan alat musik jenis tabuh atau alat musik jenis pukul layaknya gendang, Maka dari itu alat musik ini disebut dengan sebutan gandang dalam bahasa Kalimantan tengah atau lebih tepatnya gandang tatau.

Gandang tatau memiliki bentuk yang sangat mirip dengan kendang yang bisa kita temui di Indonesia di daerah manapun, ukuran dari gandang tatau ini biasanya lebih panjang dari kendang pada umumnya yakni bisa mencapai panjang hingga 2 meter dengan diameter 40 cm.

Gandang tatau ini juga biasa disebut dengan sebutan gendang tunggal, Umumnya alat musik gandang tatau ini banyak digunakan oleh masyarakat Kalimantan tengah terutama yang bermukim di sepanjang pinggiran sungai Kahayan yang berada di Kalimantan tengah.

Bahan untuk membuat gandang tatau ini umumnya dibuat dengan menggunakan kulit sapi, kulit rusa bahkan kulit panganen (kulit ular piton). Hal ini dikarenakan di sepanjang sungai kahayan ini juga merupakan habitat ular piton sehingga masyarakat dapat dengan mudah menangkapnya dan menjadikan kulitnya sebagai bahan gandang tatau ini.

Biasanya alat musik gandang tatau ini digunakan pada acara-acara adat oleh masyarakat Kalimantan tengah, Seperti contohnya untuk upacara kematian dan upacara penyambutan jika ada tamu datang.

2. Gamang

Alat Musik Kalimantan Tengah Gamang
Alat Musik Kalimantan Tengah Gamang

Gamang adalah jenis alat musik pukul yang cara memainkannya adalah dengan dipukul dengan menggunakan pemukul. Gamang biasanya terbuat dari kayu yakni kayu hampul dan kayu ulin, kedua jenis kayu ini merupakan kayu yang paling sering di gunakan untuk membuat alat musik gamang. Hal ini dikarenakan kayu ampul dan kayu ulin jika dipukul akan mengeluarkan suara yang nyaring.

Alat musik tradisional gamang ini biasanya terdiri dari beberapa bilah kayu di dalamnya, Namun umumnya gamang terdiri dari 5 bilah kayu. Setiap bilah kayu memiliki ketebalan yang sedikit berbeda-beda dan akan mengeluarkan nada atau bunyi suara yang berbeda-beda pula.

Cara memainkannya cukup dipukul sesuai dengan irama yang diinginkan. Biasanya gamang ini digunakan sebagai pengiring kesenian musik dayak seperti kesenian dadas, bawo, manyaan, bahalai dan tangkurupun.

3. Serupai atau tote

Alat Musik Kalimantan Tengah Serupai
Alat Musik Kalimantan Tengah Serupai

Mirip seperti harmonika, alat musik Kalimantan tengah serupai ini adalah jenis alat musik tiup. Serupai merupakan alat musik tiup tradisional khas Kalimantan tengah, alat musik serupai ini biasanya terbuat dari bambu atau kayu. Serupai bukanlah alat musik utama melainkan alat musik yang biasanya hanya dijadikan sebagai pelengkap iringan dalam acara adat terutama pada saat upacara belian.

Upacara belian merupakan upacara adat khas warga Kalimantan tengah, Dan biasanya dalam setiap upacara belian hanya terdapat satu pemain serupai saja.

Selain digunakan sebagai pengiring dalam upacara balian, masyarakat Kalimantan tengah juga banyak menggunakan serupai yang dimainkan ketika waktu senggang yakni untuk hiburan saja.

4. Sarun

Alat Musik Kalimantan Tengah Sarun
Alat Musik Kalimantan Tengah Sarun

Sarun adalah alat musik jenis pukul yang menyerupai kulintang dari jawa tengah, namun bedanya sarun dengan kulintang adalah jika kulintang kebanyakan menggunakan deretan gong-gong kecil yang di jadikan dalam satu alat musik akan tetapi sarun menggunakan bilah-bilah logam.

Terdapat 5 bilah logam yang ada di alat musik sarun ini dan kesemuanya memiliki suara dan nada yang berbeda-beda ketika di pukul atau di bunyikan. Alat musik sarun ini banyak digunakan pada acara-acara adat khas Kalimantan tengah sebagai musik pengiring maupun sebagai pengiring tari-tarian tradisional.

5. Suling Bahalang

Alat Musik Kalimantan Tengah BAHALANG
Alat Musik Kalimantan Tengah BAHALANG

Alat musik Kalimantan tengah selanjtunya bernama Suling Bahalang. Suling yang satu ini memiliki banyak kemiripan dengan suling pada umumnya, karena hampir setiap daerah di Indonesia memiliki suling sebagai alat musik khasnya. Suling bahalang ini biasanya terbuat dari bambu dan memiliki tujuh lubang di sisinya.

Suling bahalang ini juga biasa digunakan untuk hiburan masyarakat Kalimantan tengah untuk sekedar mengisi waktu dan bercengkrama.