Sejarah dan Perkambangn Alat Musik Kolintang di Indonesia - Alatmusik.id

Sejarah dan Perkambangn Alat Musik Kolintang di Indonesia

Last Updated 2021-01-15T12:56:31+00:00
Sejarah dan Perkambangn Alat Musik Kolintang di Indonesia

Alat Musik Kolintang - Pada tahun 2018 lalu. Alat musik kolintang ikut meramaikan gelaran olahraga benua Asia di stadion utama Gelora Bung Karno. Pertunjukan musik khas Minahasa Sulawesi Utara ini disambut meriah pengunjung acara.

Bagi sebagian orang mungkin kolintang tidak asing lagi, utamanya generasi tua.Meski demikian kemungkinan banyak kalangan muda belum mengenal kolintang.

Artikel ini akan membahas tentang kolintang secara lebih lengkap untuk menambah wawasan mengenai alat musik kolintang. Simak selengkapnya ulasan alat musik kolintang berikut ini :

Pengertian Alat Musik Kolintang

Alat Musik Kolintang
Alat Musik Kolintang

Kolintang adalah alat musik tradisional khas Minahasa Sulawesi Utara. Kolintang masuk dalam jenis marimbaphone. Marimba sendiri merupakan jenis musik perkusi bernada yang banyak dimainkan di berbagai negara. Cara memainkan kolintang dengan memukul pakai tangan atau alat khusus.

Alat Musik Kolintang Berdasarkan Sumber Bunyi

Kolintang termasuk jenis idiophone berdasarkan sumber bunyinya. Yakni alat musik menghasilkan bunyi dari badannya dan sekaligus alat musik perkusi lantaran cara memainkanya dipukul pakai tangan atau alat pemukul khusus.

Bahan Untuk Membuat Kolintang

Bahan Untuk Membuat Kolintang
Bahan Untuk Membuat Kolintang

Bahan kayu adalah yang paling umum digunakan untuk membuat Kolintang. Yaitu bilah bilah kayu diatur berjajar sesuai urutan nada dari rendah ke nada tinggi. Kayu lokal seperti kayu telur menjadi bahan utama pembuatan kolintang. Selain itu, juga bisa dibuat dari kayu wenuang, kayu cempaka, atau kayu waru,. Kolintang juga ada yang dibuat dari kayu jati.

Sedangkan kotak resonatornya terbuat dari papan triplek. Sementara kaki alat musik ini dibuat dari kayu kamper. Meski kolintang alat musik khas Minahasa tapi uniknya pembuatanya ada di Jakarta dan Surabaya.

Nada Alat Musik Kolintang

Nada pentatonis adalah nada yang dihasilkan alat musik kolintang pada awalnya. Kemudian nada kolintang dikembangkan jadi susunan nada universal pada tahun 1954. Nada universal yang dimaksud ialah do re mi fa sol la si.

Perkembangan kolintang ini berefek pada perluasan fungsi kolintang dan alat musik ini kian diminati. Kalau dulu hanya untuk iringi lagu daerah bernada pentatonis. Kolintang kemudian juga dimainkan untuk iringi semua genre lagu baik lagu daerah, lagu nasional hingga lagu lagu populer.

Ansambel Alat Musik Kolintang

Alat musik kolintang punya ansambel terdiri dari kolintang bass, kolintang pengiring, dan kolintang melodi. Tiap jenis kolintang ini punya peran dan fungsi masing masing yang saling mengisi dan melengkapi sehingga membentuk suatu ansambel musik yang indah.

Sejarah Alat Musik Kolintang

Sejarah Alat Musik Kolintang
Sejarah Alat Musik Kolintang

Ternyata, ada cerita unik tentang alat musik kolintang. Menurut kisah dari masyarakat Minahasa selaku pemilik alat musik tradisional ini. Kolintang punya asal usul yang cukup unik. Begini ceritanya.

Dulu, ada sebuah desa namanya desa To Un Rano, sekarang namanya Tondano. Di desa itu ada seorang gadis cantik. Kecantikannya tersohor ke seantero desa. Nama gadis itu adalah Lintang. Selain cantik, ia konon juga punya suara sangat merdu.

Kecantikan dan suaranya yang merdu membuat banyak pemuda desa setempat jatuh cinta. Mereka berebut mendapatkan Lintang.

Pada suatu ketika, di desa To Un Rano diadakan semacam pesta dimana Lintang juga hadir disana. Ditengah pesta, datang seorang pemuda, namanya Makasiga. Ia gagah dan tampan. Makasiga berkenalan dengan Lintang dalam pesta itu.

Singkat cerita, setelah berkenalan dengan Lintang. Makasiga memberanikan diri meminang si cantik itu. Permintaan Makasiga tidak serta merta diterima. Untuk mendapatkan cinta Lintang, Makasiga harus memenuhi satu syarat yang Lintang ajukan.

Syaratnya tidak mudah, yakni harus mencari alat musik yang suaranya lebih merdu dari suara suling emas. Tentunya tidak gampang memenuhi syarat ini. Namun demi mendapatkan pujaan hati, Makasiga menyetujui persyaratan yang diajukan Lintang.

Makasiga, pemuda gagah dan tampan sekaligus ahli dalam ukir ukiran ini mengawali pencarian alat musik yang diminta Lintang dengan keluar masuk hutan.

Pada suatu hari ia ada di dalam hutan mencari alat musik permintaan Lintang. Di dalam hutan, sambil terus mencari, ia menghangatkan badan. Ia membelah kayu dan menjemurnya. Saat kayunya kering ia ambil satu persatu dan melemparkannya ke tempat lain.

Ketika kayu yang dia lempar membentur tanah, terdengar suara sangat merdu. Makasiga pun sangat senang. Berharap ini akan jadi alat musik yang lebih merdu dari suling emas sesuai permintaan Lintang.

Disaat yang sama, ada dua pemuda mendengar sumber bunyi itu dan berusaha menuju sumber bunyi yang sebenarnya merupakan bunyi lemparan kayu.

Singkat cerita, belum sempat menemukan alat musik yang diminta Lintang, Makasiga jatuh sakit akibat kurang makan dan minum karena terlalu fokus melakukan pencarian.

Dua pemuda tadi menemukan Makasiga dalam kondisi sakit parah dan membawanya kembali ke desa To Un Rano. Sakitnya kian parah hingga akhirnya Makasiga meninggal dunia tanpa membawa alat musik itu. Mengetahui Makasiga meninggal, Lintang menjadi sakit sakitan dan akhirnya juga meninggal dunia.

Kisah ini akhirnya diyakini oleh masyarakat Minahasa sebagai asal usul alat musik kolintang.

Perkembangan Alat Musik Kolintang

Perkembangan Alat Musik Kolintang
Perkembangan Alat Musik Kolintang

Mulanya kolintang cuma terdiri sejumlah potong kayu. Kayu ini ditaruh diatas kedua kaki pemain. Posisi pemain dalam duduk di tanah dengan kaki membujur ke depan. Kemudian pada perkembanganya dua batang tali digunakan untuk gantikan kaki pemain. Dulu kolintang hanya dimainkan untuk iringi musik tradisional sekarang bisa dimainkan untuk iringi berbagai genre musik, seperti musik nasional bahkan musik modern.

Nah itulah tadi informasi tentang alat musik kolintang dari sejarah, bahan membuat, perkembangan dan informasi kolintang lainnya. Memang, sungguh kaya Indonesia dengan berbagai kebudayaan termasuk kekayaan dari Minahasa yang memiliki alat musik khas bernama Kolintang.

Rekomendasi Berita Serupa